Friday, March 23, 2007
Buku Raport Pertamaku...
Minggu lalu Damara anak saya pembagian buku raport cawu ke-2 di sekolahnya. Walaupun itu buku raport anak play group yang isinya jauh berbeda dengan buku raport anak sekolah SMP apalagi SMA, tapi cikal bakal isi buku raport itu buat saya bukan sekedar buku laporan hasil belajar selama 8 bulan terakhir di sekolah, tapi juga menentukan apakah pembelajaran di sekolah dengan di rumah sudah konek *duh pusing mikirin bahasa yang tepat*.
Saya begitu bersemangat menunggu itu buku sampai ke tangan saya. Kalau bukan parno bin hiperbola bukan Ida namanya hehe. Karena seperti pembagian raport cawu I -4 bulan lalu-, pembagian rapor cawu II kali ini pun tetap bikin saya deg-deg pleesshhh. Sampai yang keringat dingin gitu. Karena ada beberapa poin-poin khusus yang buat saya harus ada peningkatan. *mama otoriter.com* (abis ngetik kalimat terakhir barusan jadi mendadak pengen punya group milis dengan nama domain tersebut, keren juga kali yaa... Mau gabung? hehe). Jadi ngelantur. Kembali ke buku raport Damara, selama kurang lebih ½ jam dalam penantian sambil ngobrol bin gossip dengan ortu-ortu lain yang juga sedang menunggu giliran di panggil, akhirnya giliran saya datang juga. Buku raport itu akan segera jatuh ke tangan saya dan wali kelas pun segera menjelaskan secara verbal mengenai isi buku tersebut.
Halaman pertama yang berisikan laporan Program Pengembangan Bahasa. Pada poin Mendengarkan yang pada Cawu I dia dapat nilai C, pada cawu II ini udah ganti jadi B. Alhamdulillah... Akhirnya dia mau menyimak.
Halaman ke-3, semua poin nilainya B kecuali satu yaitu pada poin Meronce nilainya masih tetap C... *gubrakkss* Catatan dari Wali Kelasnya : " Dalam tugas meronce Damara harus lebih sabar yaa ". Eehhh, maksudnyaa...
Saya tau sekali kalau anak saya itu memang sedikit "suka-suka" *sambil ngebayangin muka gurunya yang di omelin Damara*
Lembar ke-4, Laporan tentang Motorik Kasar. Nilainya B semua plus catatan dari Wali Kelas yg berbunyi, "Damara senang sekali loo main bola, bahkan dia lebih senang main bola daripada meronce"
Halaman-halaman yang lain menunjukan adanya peningkatan selama sekolah. Hingga sampailah saya pada halaman terakhir tentang Attitude dan kesimpulan akhir. Sang Wali Kelas menuliskan...
Huuwwaaaaaa...
galaknya gak hilang-hilang *nangis guling-gulingan*